28
Jun
08

Waspada!! Jangan sepelekan Panas pada Anak…Anak anda bisa kejang kapanpun!

Saat jaga rumah sakit kemarin, tiba-tiba saya mendapat panggilan bahwa ada pasien baru, seorang anak sedang gawat. Karena baru bangun, saat itu, saya agak LALO( lambat Loading). Dengan kepala yang masih sedikit pusing, langsung bergegas di ruangan anak. Kebetulan, pasien anak bisa langsung masuk ruangan, karena ruangan anak jauh dari UGD.

Dengan bantuan perawat yang cekatan, anak itu telah diberikan anti kejang lewat anus, dan dipasang O2. Saat saya tiba anak itu Alhamdulillah sudah tidak kejang, hanya masih tampak PASIF, kesadaran masih menurun. Orang tuanya tampak panik.. sayangnya, telah berkali2 anak ini ditusuk untuk dipasang infus namun belum berhasil. Saya langsung terpukul, Karena terus terang sudah lebih dari setahun, saya tidak pernah pasang infus lagi.. saya terus berdo’a semoga para perawatku bisa berhasil pasang infus. Orang tua anak itu tampak makin gelisah. Dengan status saya yang masih bujang, mana bisa saya rasakan kepanikan orang tua itu, tapi saya tahu, mereka sangat cemas. Akhirnya, setelah lebih dari 30′ berusaha, akhirnya berhasil.

Secara kebetulan, beberapa menit setelah terpasang infus, kesadaran anak ini membaik, anak ini mulai menangis…Alhamdulillah…

Menurut keterangan ibunya, anak ini panas baru sejak malam sebelumnya, panas tidak begitu tinggi. Keluhan disertai batuk pilek. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, anak ini diDiagnosis dengan Kejang Demam + ISPA + teething alias Tumbuh Gigi.

Untungnya, anak ini tinggal tepat di depan RS, sehingga dengan cepat langsung di tangani. Bagaimana jadinya jika kejadian serupa terjadi jauh dari rumah sakit/puskesmas? Kadang-kadang kepanikan orang tua malah memperlambat ia datang ke tempat pelayanan kesehatan. Anak-anak bila panas tinggi oleh sebab apapun berisiko mengalami kejang. Sebagai orang tua selayaknya anda tahu risiko kejang. Bila kejang tidak segera dihentikan, akan terjadi gangguan di otak. Gangguan ini bisa tejadi akibat peningkatan metablisme di otak juga adanya kekurangan oksigen ke otak. Gangguan otak ini dapat bersifat permanen bila kejang terjadi berulang-ulang dalam waktu lama.

Lantas bagaimana pencegahannya??

Setiap orang tua selayaknya betul-betul memperhatikan kondisi anaknya. Bila anak sakit, bawalah ia ke dokter terdekat. Selayaknya, anda menyediakan kotak obat di rumah. Perlu di perhatikan, bahwa JANGAN COBA-COBA JADI DOKTER SENDIRI!!.. maksudnya, kotak obat ini digunakan pada saat benar2 perlu. Jangan BIASAkan mengobati penyakit sendiri!

Karena SEMUA OBAT ADALAH RACUN! Namun bila penggunaannya tepat, racun ini dapat menjadi jalan penyembuhan penyakit.

Dalam hal ini KOTAK obat yang saya maksudnya sebaiknya berisi obat panas dan obat anti kejang. MINTALAH bantuan dokter terdekat anda, untuk persediaan obat di kotak obat.

Bagi anda yang ingin tahu penggunaan obat-obat ini, akan saya coba jelaskan..

OBAT anti kejang yang paling sering digunakan dan menjadi pilihan pertama dalam penanganan kejang adalah DIAZAPAM. Diazepam sebanarnya tidak di jual bebas, dan harus malalui resep dokter. Sediaan obat ini ada dalam bentuk tablet, injeksi dan cairan suppositoria, yaitu pembariannya melalui anus.

Pada saat kejang, sediaan supositoria inilah yang perama kali dapat anda berikan. Anak-anak dengan berat badan <10kg dapat diberikan diazepam supositoria dosis 5mg. sedangkan yang berat badan lebih dari 10 kg, berikan dengan dosis 10 mg. saya sarankan anda untuk meminta resep dokter untuk persediaan diazepam supositoria sesuai dosis untuk anak anda. Simpanlah di lemari pendingin, namun pada tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak. PERHATIAN, diazepam adalah obat keras! Apabila anak anda kejang, segeralah masukkan obat ini memalui anus anak anda, kemudian kepit pantatnya agar obat ini tidak keluar. Segera baga anak anda ke dokter/puskesmas/rumah sakit terdekat.

Penyebab utama anak kejang adalah panas tinggi. Maka cegahlah anak anda jatuh pada panas tinggi! Bila anak anda panas, konsultasikan penyakitnya dengan dokter. Bila kondisi tidak memungkinkan, misalnya sudah larut malam, gunakan kotak obat anda. Sediakan didalamnya obat golongan PARASETAMOL. Parasetamol memiliki efek anti piretik (anti panas) dan analgetik (anti nyeri) namun efek anti piretiknya lebih dominan. Parasetamol pada dosis yang tepat, aman untuk anak-anak. Namun, penggunaannya harus hati-hati pada orang dengan gangguan fungsi liver/hati. Untuk itu, meski obat ini di jual bebas, tetap penggunaanya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Parasetamol dijual dalam bermacam-macam merek dagang. Sediaannya ada yang bentuk tablet, sirup, drop, dan suppositoria. Bentuk tablet umumnya sediannya 500mg. bentuk sirup tergantung mereknya, namun umumnya dalam setiap sendok teh/takar mengandung 125mg. Pada sediaan drop/tetas pakai pipet, tiap 0,1cc mengandung 10mg. sedangkan bentuk supositoria tersedia dalam berbagai merek dan dosis. Contoh merk PRO…. tersedia dalam sediaan 80mg, 160mg dan 240 mg. merek DUM… tersedia dalam sediaan 125mg, 250mg, dll.

Parasetamol aman diberikan dengan dosis 10mg/kg berat badan setiap kali pemberian. Dalam sehari dapat diberikan 3-4 x. Karena dosis obat anak tergantung berat badan, selayaknya setiap orang tua senantiasa memperhatikan perkembangan berat badan anaknya.

Contohnya, anak anda berat badannya 8 kg. bila ia panas, lebih tepat diberikan dengan parasetamol sediaan drop 3×0,8cc. bila tidak ada dapat diberikan parasetamol sirup 3×3/4 sendok takar. Bila panas anak anda cukup tinggi, >38,5oC paling cepat menurunkan panas dengan sediaan supositoria dengan dosis 80 mg. sediakan thermometer di badan di rumah anda!

Selain obat panas, pada anak-anak>2bulan bantulah menurunkan panasnya dengan kompres. Kompres dingin di judat, ketiak, dan lipat paha.

Berhubung udah mau adzan magrib,… saya belum mandi, saya cukupkan sampa disini cerpen ini. Semoga bermanfaat!

Wassalam,


13 Tanggapan ke “Waspada!! Jangan sepelekan Panas pada Anak…Anak anda bisa kejang kapanpun!”


  1. 1 eL@
    Juli 4, 2008 pukul 6:52 am

    teman nanya “kompresnya pake air es g dok?? kpn pake es kpan g?, dosis sendok teh takar untuk semua obat sama ya????” tq

  2. 2 mha5an
    Juli 4, 2008 pukul 2:36 pm

    menurut dosen saya, sebaiknya anak panas di kompres hangat. memang antara hangat dan dingin, masih kontrofersi. sebagai pertimbangan, klik
    http://www.wartamedika.com/2006/10/demam-kompres-dingin-atau-hangat.html

    tentang dosis takar, tentunya setiap jenis obat beda-beda. Namun, pada dasarnya takaran volume tiap sendok takar sama. untuk praktisnya, anda dapat melihat di brosur obat masing-masing. trimakasih.

  3. 3 eL@
    Juli 5, 2008 pukul 11:29 am

    ok k’ tq atas info kompres2x ^_^

  4. 4 dindin
    Desember 9, 2008 pukul 8:01 pm

    anak saya jam 12 malam tiba2 panas, padahal sorenya segar-bugar. jam 12 siang disertai kejang, saya panik saat itu kejang < dari 5 menit,

  5. Desember 9, 2008 pukul 10:35 pm

    @ Didin: saya turut prihatin. Semoga Allah Subhana wa ta’ala segera menyembuhkan anak bpk, serta menjaga Kesehatan pak Didin dan Keluarga.
    Memang kita selaku orang tua harus benar” waspada, karena saat panas anak kita bisa kejang kapanpun. anak yg punya riwayat kejang akan lebih rentan kejang ulang suatu hari nanti.
    pada kasus semacam ini, saran saya sebaiknya anaknya dirawat dirumahsakit sampai pulih. harus dicari penyebab panas. dimusim sekarang ini, kita harus waspada Dgn demam- berdarah dengue(DBD). DBD merupakan salahsatu penyakit oleh virus, yg cukup berbahaya. meski dpt sembuh sendiri dlm 1 minggu, sebagian besar kasus dapat berakibat fatal bila tidak monitor ketat oleh tenaga medis. untuk lebih lengkapnya, andaman dapat mencari artikel lain di internet terkait DBD.
    Salahsatu tanda demam yg disebabkan oleh infeksi virus adalah mendadak demam (yg sebelumnya tampak sehat), keluhan disertai linu 2 otot dan persendian, lemas.
    Semoga dpt menambah pengetahuan kita…

  6. Desember 10, 2008 pukul 6:09 am

    anak saya sering panas dibagian kepala saja? tetapi kaki dan tangan dingin kenapa yaaa… ato kadang separuh badan panas tapi kaki dingin.kenapa???

  7. Februari 1, 2009 pukul 1:10 pm

    assalaamu@laykum

    sebgai tambahan untuk pencegahan kejang demam saat panas tinggi pada anak: minum air putih yg banyak,pakai pakaian yg tdk tebal, kompres, minum obat penurun panas (ni sdh ya d dijelaskn, sdia obt antikejang buat anak yg pnya bakat kejang
    Wallohu alam

  8. 8 ArZa
    Maret 4, 2009 pukul 3:06 pm

    “Saya langsung terpukul, Karena terus terang sudah lebih dari setahun, saya tidak pernah pasang infus lagi.. ”

    waah pak dokter harus rajin belajar ng-infus ya.. sbagai nakes hal2 kecil begini tak boleh disepelekan karna konsekwensinya fatal klo ga bisa. Sbaiknya saat da kesempatan ng-infus, ambil alih saja tugas itu sbagai ajang latihan pak dokter biar mahir. idak selamanya tugas dokter didampingi perawat kan?

    “Dengan status saya yang masih bujang, mana bisa saya rasakan kepanikan orang tua itu,”

    Saat masih kuliah, menghadapi pasien rasanya gampang, anak mo kejang, dehidrasi berat, perdarahan hebat, dkk its okey.. tapi beberapa saat lalu baby ku sendiri DCA, aku kalang kabut kehilangan rasio ilmiah karna panik !! prinsip penanganan DCA gampang REHIDRASI, tapi jadi tak mudah ketika yg lemas itu adalah anakku sendiri.. jadi pak dokter agar empati kita lebih mendalam, selamilah dunia dan perasaan pasien anda..

  9. 9 lia
    Maret 31, 2009 pukul 8:08 am

    ….semoga para PERAWATKU??? bisa berhasil pasang infus……
    I say:
    “”memangnya berapa Anda menggaji perawat-perawat Anda??”"

  10. April 1, 2009 pukul 6:44 pm

    Kejang-Demam, lengkap sudah kekhawatiran orang tua.
    Panas badan saja sudah cukup membuat ortu khawatir, apalagi ditambah kejang.
    Gw pernah dapat tuh, anak usia 1-2thn. Dah diberi diazepam supp 10 mg 2x dg jarak 15 menit masih jg kejang.
    Phenitoin / Phenobarbital injek gak ada.
    Iv catheter gak ada ukuran anak.
    Gw rujuk dlm keadaan kejang.
    ??????

  11. Juni 3, 2009 pukul 3:12 am

    Ok. Luar Biasa. Ternyata saya selalu berkunjung ke situs ini. Thanks ya… saya telah membaca kembali untuk yang ke sekian kali nya. Dari Ners Moershaell (M. Mursal, S. Kep. Ns.) di Palembang City.

  12. Juni 4, 2009 pukul 4:29 pm

    jgn byk teori…..
    yg penting incase donk…
    kamu dokter, kok g bisa pasang infus anak….
    gmn kalo disuruh vena seksi…bisa?

  13. Juni 4, 2009 pukul 4:33 pm

    zis….
    tau kagak protap penanganan kejang demam pd anak?
    di mana hati nuranimu, masa rujuk pasien dlm status kejang?
    g kira2….


Tinggalkan Balasan




Terima Kasih atas Kunjungannya. Anda dapat melihat arsip tulisan dengan meng-klik “Arsip Tulisan”

add me!

YM ID-ku : mha5an

Windows Live ID: hasan.bashari@hotmail.com

Skype : mha5an

Fring : +6281465001982

Pengunjungku

  • 24,497 hits

Kategori