04
Jul
08

BAB HITAM menyebabkan KEMATIAN ?

Selama sebulan penuh kemarin, saya ditugaskan menjadi asisten Dokter Spesialis Penyakit Dalam di ruang kelas 1 dan VIP. Selama sebulan ke depan, saya rotasi ke ruang kelas 3. Setahun yang lalu, saya juga pernah masuk di ruangan yang sama. Ternyata ada fenomena yang saya perhatikan serupa. Hampir setiap hari, di dua jenis ruangan itu, terbaring pasien dengan keluhan Buang Air Besar warna HITAM. Keluhan itu biasanya disertai nyeri uluhati. Kadang-kadang, keluahan disertai muntah darah/muntah warna hitam. Mereka biasanya akan tampak lemah, pucat. Kondisi mereka saat masuk RS beragam, mulai dari sakit ringan hingga sakit berat. Secara medis, BAB hitam diistilahkan dengan MELENA.

Melena berarti tinja berwarna hitam mirip ter (lunak serta lengket). Adanya melena menunjukkan adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas (mulai mulut sampai usus halus). Kadang-kadang keluhan disertai muntah darah/hitam seperti kopi (hematemesis). Bila darah terpapar asam lambung, maka akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Bila perdarahnnya hebat, maka pasien akan mengeluh BAB darah merah dalam jumlah banyak (hematokezia).

Selidik lebih lanjut, kebanyakan pasien di kelas 1 dan VIP, dengan penyakit dasar rematik, asam urat ataupun sakit kepala biasanya mereka menggunakan obat-obat penghilang nyeri sendi, rematik, dsb secara sembarangan. Seringkali mereka lebih percaya ‘kata orang’ atau ‘mantri’ daripada berobat ke dokter. Segala macam obat biasa mereka minum. Jamu-jamu kemasan yang tidak jelas juga dimunum. Kadang-kadang mereka telah rutin berobat ke mantri kampung, sudah lama diberi obat warna-warni (isinya obat-obat antiradang). Sebagian lain mengatakan telah pindah-pindah dokter namun tidak berkurang keluhannya. Padahal, justu dengan pindah-pindahnya ia dengan dokter, maka riwayat pengobatannya akan tidak jelas.

Lain lagi dengan pasien di kelas 3. Mereka yang notabene kebanyakan pemilik kartu ASKESKIN (Kartu MISKIN), sering dijumpai mereka adalah alcoholic. Bahkan pernah didapati, tiap hari ia minum 1-2 botol PINARACI. MEMPRIHATINKAN!! Tampaknya kebiasaan “minum” di sini sudah membudaya.

Salah satu penyebab penting dari perdarahan saluran cerna bagian atas adalah kerusakan mukosa hingga luka lambung oleh penggunaan obat-obat anti radang/nyeri dan alcohol.

Telah berulang kali mata ini menyaksikan pasien-pasien ini berakhir dengan kematian. Penyebabnya sederhana, adanya perdarahan, maka penanganan utamanya adalah menghentikan perdarahan dan mengganti darah yang hilang. Masalahnya, di sini pasien hanya bisa diberi obat-obat untuk membantu mengurangi perdarahan dan memperbaiki luka serta mengganti darah yang hilang, itu pun kalau tersedia darah. Sementara di kota besar, mereka mampu melakukan endoskopi untuk sekaligus mengikat pembuluh darah yang pecah sehingga dapat langsung menghentikan perdarahan.

Penanganan & Pencegahan

- Bila anda mengalami BAB hitam dan/atau muntah darah, segeralah anda berobat ke rumah sakit (UGD) terdekat. Sebaiknya untuk sementara anda puasa dulu sampai ada saran dari dokter. Anda boleh meminum obat ANTADISA atau golongan SUKRALFAT bila memang sebelumnya telah diresepkan dokter.

- Jangan mengkonsumsi rutin segala macam obat/jamu di luar resep dokter

- Jangan mengkonsumsi minuman berAlkohol..HARAM lho!

- Bila anda mengeluh nyeri sendi, otot, atau sering sakit kepala, konsultasikan keluhan anda dengan dokter. Sebaiknya anda memiliki dokter tetap, agar riwayat penyakit dan pengobatan anda jelas. Pilihlah dokter yang handal. Selain ampuh dalam menyembuhkan, ia mau melungkan waktu untuk komunikasi dengan pasien. Konsultasikan semua keluhan anda.. miskomunikasi merupakan penyebab utama kegagalan terapi.

- Senantiasa meminta kesehatan dan kesembuhan dari Alloh Subhana wa ta’ala…

Yakinlah, bahwa dokter dan obat BUKAN penyebab kesembuhan TAPI HANYA jalan menuju kesembuhan, hanya Alloh yang Maha Menyembuhkan!!

Kepustakaan

McQuaid, K. 2005. Symptoms & signs of gastrointestinal disease, In Tierney, L; McPhee, S & Papadakis, M Current Medical Diagnosis & Treatment, 44th Edition. McGraw-Hill/Appleton & Lange

Prakash, C. Gastrointestinal Diseases. In The Washington Manual of Medical Therapeutics, 30th Edition. PDB version


3 Tanggapan ke “BAB HITAM menyebabkan KEMATIAN ?”


  1. Juli 6, 2008 pukul 7:41 am

    kalo tuhan yang menyembuhkan kenapa dokter yang dibayar hahahaha :-)

  2. 2 eL@
    Juli 6, 2008 pukul 1:24 pm

    Pake antibiotik g k’?

  3. April 23, 2009 pukul 4:22 pm

    karena dokter perantara tuhanuntuk menyembuhkan manusia yang sedang sakit


Tinggalkan Balasan




Terima Kasih atas Kunjungannya. Anda dapat melihat arsip tulisan dengan meng-klik “Arsip Tulisan”

add me!

YM ID-ku : mha5an

Windows Live ID: hasan.bashari@hotmail.com

Skype : mha5an

Fring : +6281465001982

Pengunjungku

  • 24,497 hits

Kategori