Berdasarkan penelitian terbaru, perokok, pengidap tekanan darah tinggi ataupun penderita kencing manis lebih mudah menjadi demensia pada usia lanjut. Penelitian tersebut dipublikasikan pada tanggal 19 Agustus lalu di “the Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry“. Peneliti tersebut menyarankan untuk mengendalikan faktor-faktor risiko kardiovaskular pada usia pertengahan untuk mencegah demensia kelak.
Risiko Tinggi
Risiko para perokok menjadi demensia 70% lebih besar dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok. Penderita tekanan darah tinggi berisiko 60% lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki tekanan darah tinggi. Sedangkan penderita kencing manis (DM) berisiko lebih besar dua kali menjadi demensia dibandingkan mereka tanpa kencing manis.
Dr. Alonso sebagai ketua peneliti berkata “perlunya perhatian khusus untuk mengatasi risiko kardiovaskular di usia muda”.
Faktor risiko Kardiovaskular dihubungkan dengan Faktor risiko Demensia
| Risk Factor | Hazard Ratio | 95% Confidence Interval |
| Smoking | 1.7 | 1.2 to 2.5 |
| Hypertension | 1.6 | 1.2 to 2.2 |
| Diabetes | 2.2 | 1.6 to 3.0 |
Jelek tuk Jantung, Buruk bagi Otak
Pada penelitian sebelumnya, Peneliti menarik kesimpulan yang serupa bahwa peningkatan kolesterol sejak usia pertengahan dapat meningkatkan risiko demensia (Dement Geriatr Cogn Disord. 2009;28:75–80).
Dalam penelitian tersebut, peneliti dari Universitas Kuopio, Finlandia, meneliti hubungan kadar kolesterol dengan Demensia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahkan kadar kolesterol 200 – 239 mg/dl saja dapat meningkatkan risiko demensia.
J Neurol Neurosurg Psychiatry. Published online August 19, 2009.
Allison Gandey: Smoking, High Blood Pressure, and Diabetes May Lead to Dementia, Medscape Medical News CME



Kalo diperhatikan, faktor resiko demensia mirip dengan stroke ya? Adakah hubungan antara aterosklerosis dengan terjadinya demensia?